Menjadi Pemenang Dalam Persaingan Bisnis #kontesesaiCE

Menghadapi pesaing memang menjadi salah satu tantangan sebagai pengusaha. Waktu kuliah dulu saya diajari tentang analisis SWOT yaitu analisis tentang Kekuatan (Strenght), Kelemahan (Weakness), Kesempatan (Opportunity), dan Pesaing (Threat). Analisis ini coba saya terapkan saat menjajal bisnis Loenpia buatan kakak saya sendiri yang sudah pernah saya posting disini. Sebelum membuka bisnis ini, saya sudah browsing kiat-kiat apa saja yang harus diperhatikan saat memulai bisnis. http://www.ciputraentrepreneurship.com adalah situs tentang tips dan cerita sukses para pengusaha. Penasaran dengan cerita suksesnya saya buka satu persatu isinya dan menemukan kisah sukses Pak Alim Suteja. Jujur, saya tidak tahu siapa itu Alim Suteja dan apa bisnisnya. Ternyata usahanya membuat roti yang ia beri nama Virgin Cake and Bakery. Cerita lengkap bisa lihat disini. Cerita itu benar-benar menginspirasi saya untuk yakin membuka bisnis Loenpia ini. Kebetulan kakak saya sering membuat untuk sajian pertemuan keluarga dan arisan. Respon dari keluarga pun positif. Akhirnya dengan modal nekat dan percaya diri, Loenpia saya jual di kantor. Pertama saya bawa dua puluh dan saya jual Rp 1500/biji untuk isi rebung plus telur.

IMG-20130813-00362

Cindra Fajar S

IMG-20130814-00364

Alhamdulillah di hari pertama laris habis. Hal ini membuat saya semangat untuk membawa lagi di keesokan harinya. Hari kedua dan ketiga pun dagangan laris.

Di minggu ketiga, ada teman juga membawa gorengan dan arem-arem yang dibanderol dengan harga lebih murah dari Loenpia yang saya bawa. Tetapi hal itu tidak menyurutkan keinginan saya untuk tetap memasarkan Loenpia karena Loenpia saya ini mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki oleh pesaing. Untuk meyakinkan konsumen dan memenangkan “persaingan”, saya selalu tanya kepada konsumen, bagaimana Loenpia saya? Apa yang perlu saya perbaiki? Feedback dari merekalah yang menjadi kekuatan dari Loenpia saya. Misalnya saja ada komentar rebungnya masih terlalu “bau rebung yang sangat khas”. Feedback ini saya sampaikan ke kakak saya dan besoknya rebung direbus hingga dua kali untuk menghilangkan “bau rebung yang sangat khas” tersebut. “bau rebung yang sangat khas” ini sebagai bentuk kelemahan dari Loenpia, jadi saya perbaiki sehingga kelemahan ini bisa teratasi.

Cindra Fajar S(1)

Kekuatan yang coba saya bangun adalah Loenpia saya sampai kantor harus masih panas karena gorengan kalau sudah dingin rasanya akan berbeda Loenpia. Maka saya goreng Loenpia saya berdekatan dengan jam berangkat ke kantor. Dengan jarak rumah-kantor dua puluh menit, sampai kantorpun masih panas sehingga rasanya lebih nikmat.

20130827_071721

20130830_070123

Lalu saya juga menyediakan plastik untuk tempat lumpia ini sehingga mudah dibawa. Dulu saya berpikir untuk memakai kertas sebagai pembungkus, namun setelah saya browsing, kertas sebagai pembungkus gorengan tidak baik karena dikhawatirkan ada tinta yang bercampur dengan minyak dan bisa ikut menempel di gorengan, maka dari itu saya gunakan plastik. Kekuatan yang lain adalah dengan menyediakan cabai rawit yang sudah tua sehingga terasa pedas walaupun ukurannya kecil. Mungkin rasa pedas ini yang menyebabkan ingin tambah lagi Loenpianya. Yang tak kalah penting adalah saya harus datang 15 menit lebih awal karena jam-jam ramai orang lewat. Jika saya terlambat sedikit, maka hilanglah kesempatan saya untuk menjual Loenpia.

Jadi kesimpulannya, untuk menghadapi pesaing, kita harus tahu dahulu kekuatan dari produk kita. Optimalkan kekuatan itu dan juga harus berani berinovasi agar konsumen tidak bosan. Kemudian cari tahu kelemahan produk. Bisa dengan feedback dari konsumen ataupun dari kerabat. Usahakan selalu cepat merespon agar kelemahan bisa diatasi dengan segera. Lalu lihat peluang atau kesempatan yang ada untuk produk kita. Begitu ada peluang, langsung action dan jangan terlalu banyak berpikir.

“Jika anda mempunyai mimpi untuk membuka bisnis atau wirausaha, sebaiknya segera coba untuk dieksekusi menjadi sesuatu yang nyata.” –Ciputra Entrepreneurship.

Nah sekian ide dan action yang saya lakukan untuk menghadapi pesaing dan tentu memenangkannya. Perlu usaha dan doa agar bisnis bebas dari hambatan. Next, saya harus mampu memenangkan Loenpia saya di warung-warung angkringan. Tips dan trik lain tentang bisnis atau cerita sukses para pebisnis, bisa klik ke http://www.ciputraentrepreneurship.com. Semuanya lengkap. Saya salah satu korbannya. Korban berimbas positif maksudnya. Salam sukses.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: